Nama: jalma piningit Mata Pelajaran yang di ajarkan: ppkn E-Mail: jalmapiningit@pendidikan.zzn.com Saya dari kendal kota dan saya 29 [ P ]. Sekolah saya: sltp kendal Di daerah: jl raya kendal kota Propinsi: jateng Homepage sekolah: http:// Saran: CATATAN KINERJA
KEPALA SEKOLAH (Drs. ELLIYANTO)
di SLTP 1 KENDAL
PERIODE NOVEMBER 2002 S.D. SEKARANG
A. PENDAHULUAN
Salah satu permasalahan pendidikan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan menengah. Berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan baik dengan penyediaan sarana dan prasarana, pelatihan tenaga pengajar maupun peningkatan mutu manajemen sekolah. Namun demikian berbagai indicator mutu pendidikan belum menunjukkan peningkatan yang berarti.
Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor antara lain: 1. kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan nasional menggunakan pendekatan input-output analisis yang tidak konsekuen, 2. penyelenggaraan pendidikan nasional dilakukan secara birokratik-sentralistik, dan 3. kurangnya partisipasi masyarakat dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu pemerintah melakukan reorientasi penyelenggaraan pendidikan yaitu dari manajemen peningkatan mutu berbasis pusaat menuju manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah.
Permasalahan-permasalahan pendidikan di atas secara khusus juga dialami oleh SLTP 1 Kendal. Jika ditinjau secara historis SLTP 1 Kendal pada dekade sebelum tahun 1984 merupakan SLTP yang berprestasi dan mendapat kepercayaan masyarakat (bonafide) di Kabupaten Kendal, namun setelah periode 1984 sampai sekarang mengalami kemunduran-kemunduran prestasi dan kepercayaan masyarakat juga berangsur-angsur berkurang. Hal ini menyadarkan dan membangkitkan seluruh komponen yang terlibat di SLTP 1 Kendal untuk menemukan penyebab permaslahan, menganalisis masalah serta tindakan dan melakukan tindakan-tindakan peningkatan mutu. Upaya-upaya peningkatan prestasi dan kepercayaan masyarakan mulai dibangun kembalil sejak tahun 1998 sampai sekarang, dengan hasil yang cukup menggembiraan yaitu mulai ada indikator peningkatan prestasi dan kepercayaan masyarakat terhadap SLTP 1 Kendal. Namun kondisi yang cukup kondusif ini berkurang seiring dengan pergantian pucuk pimpinan sekolah (kepala sekolah) yang kurang memahami dan tidak melaksanakan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah, seperti yang terjadi saat ini. Sejak bulan November 2002 terjadi pergatian kepala sekolah sampai saat ini yaitu Saudara Drs. Elliyanto banyak melakukan tindakan-tindakan yang tidak mencerminkan pelaksanaan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah sehingga kondisi kondusif yang mulai terbangun berangsur-angsur menurun. Oleh karena itu SLTP 1 Kendal membutuhkan kepala sekolah yang betul-betul memahami dan mampu melaksanakan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah.
B. CATATAN KINERJA KEPALA SEKOLAH (Drs. Elliyanto)
1. Kepemimpinan Kepala Sekolah Tidak Tangguh (kurang cerdas)
Kepemimpinan kepala sekolah dijelaskan dalam buku 1 Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (hal. 13) kepemimpinan kepala sekolah harus kuat dalam arti mampu memobilisasi sumberdaya sekolah dan mampu mengambil keputusan, inisiatif dan prakarsa yang tepat. Pada kenyataanya tidak demikian hal ini dapat dilihat dengan adanya:
a. kurangnya koordinasi kepala sekolah dengan urusan-urusan maupun dengan dewan guru secara keseluruhan.
b. Lambatnya kepala sekolah dalam menyampaikan informasi, pengambilan keputusan dan tindakan.
c. Kurangnya sosialisasi kepala sekolah dengan seluruh komponen di sekolah, hal ini dengan kepala sekolah sebagian besar menghabiskan waktu kerja di rung KS. Sehingga terjadi hubungan kerja yang kurang familier (akrab).
d. Pengambilan keputusan yang tidak konsisten, hal ini dapat dilihat dengan indikator selalu berubahnya kegiatan/keputusan yang akan dilaksanakan tidak sesuai dengan kesepakatan yang telah direncanakan.
e. Kepala sekolah tidak mempunyai kebijakan reward dan punishment, hal ini tidak sesuai dengan ketentuan MPMBS dalam buku 1 halaman 14.
2. Kurang adanya transparansi tentang keuangan sekolah
Transparansi keuangan sesuai dengan buku 1 MPMBS (hal 15) disebutkan bahwa keterbukaan/transparansi ditunjukkan dalam pengambilan keputusan, perencanaan dan pelaksanaan kegiatan, penggunaan uang dan sebagainya. Pada kenyataanya dalam kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan keuangan KS kurang transparan, hal ini ditunjuukan dengan adanya kegiatan-kegiatan pembanguna yang tidak jelas, penggunaan dana UYHD yang tidak transaparan dan selalu berbelit belit jika diminta informasinya.
3. Manajemen keuangan secara tradisional
Manajemen keuangan oleh kepala sekolah kurang profesional hal ini tidak sesuai dengan buku 1 MPMBS (hal 14) yang menyatakan Sekolah memiliki budaya mutu sehingga setiap perilaku didasari oleh profesionalisme. Ketidak profesionalan dalam pengelolaan keuangan tampak pada penggunaan mata anggaran dalam APBS maupun Anggaran Pembanguna tidak sesuai dengan mata anggaran yang direncanakan, sehingga sering terjadi suatu mata anggaran kekurangan dana untuk melaksanakan kegiatan.
4. Keputusan kepala sekolah yang top down bukan bottom up
Kepala sekolah dalam menetapakan keputusan sering secara top down tidak dari aspirasi bawah (bottom up) hal ini tidak sesuai dengan MPMBS yang tertuang dalam buku 1 halaman 17 yang menyatakan bahwa sekolah efektif mempunyai komunikasi yang baik. Indikatornya adalah kepala sekolah sering mengubah keputusan bersama secara sepihak.
5. Kepala sekolah otoriter kurang demokratis
Dalam pengambilan keputusan kepala sekolah kurang demokratis dan hanya sepihak dari pertimbangan kepala sekolah, sehingga apabila diberi masukan dari komponen sekolah cenderung untuk menolak (otoritas kepala muncul)
6. Kerja kepala sekolah kurang melibatkan teamwork (kebersamaan)
Kerja kepala sekolah yang tidak melibatkan teamwork sangan bertentangan dengan MPMBS pada buku 1 halaman 15. hal ini tampak pada berbagai kegiatan yang dilakukan dan direncanakan sendiri oleh kepala sekolah.
7. Kepala sekolah kurang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Aspirasi yang muncul sebagai kebutuhan masyarakat kurang diperhatikan oleh kepala sekolah, contohnya usulan-usulan yang diharapkan oleh masyarakat sering tidak ditanggapi oleh kepala sekolah. Hal ini bertentangan dengan MPMBS dalam buku 1 halaman 16.
8. Kepala sekolah melakukan kegiatan bisnis pada jam kerja
Kepala sekolah tidak profesional ketika melaksanakan tugas pada jam kerja sambil melakukan kegiatan bisnis baik menggunakan ruang sekolah untuk koordinasi maupun diluar sekolah.
C. KESIMPULAN/PENUTUP
Dengan berdasarkan fakta-fakta kemampuan kepemimpinan kepala sekolah di SLTP 1 Kendal terhadap pelaksaan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah dapat dikatakan bahwa kepala sekolah kurang mampu untuk merealisasikan peningkatan mutu di SLTP 1 Kendal. Oleh karena itu Kepala Sekolah di SLTP 1 Kendal harus segera diadakan pergantian DEMI PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN DI SLTP 1 KENDAL. Tanggal: 02/08/2003
|